Monday, 15 December 2014

Samsung Bikin Layanan Video Mobile?

Samsung dilaporkan telah menginvestasikan puluhan juta dolar untuk mengembangkan layanan video mobile. Menurut laporan The Information yang dikutip Cnet, Jumat 14 November 2014, menyebutkan layanan video mobile untuk mengakomodasi konsumsi media dari para pengguna perangkatnya.  Layanan video mobile kemungkinan termasuk video mobile pendek.
Samsung gencar dikabarkan tengah siapkan layanan video mobile
Laporan The Information berasal dari sumber anonim yang dekat dengan rencana tersebut. Publikasi menyebutkan layanan ini diawasi langsung John Plesants, mantan co-president Disney Interactive, perusahaan yang fokus pada video game.

Disebutkan sumber, dengan layanan ini, raja Android itu akan menarik biaya beberapa dolar per bulan kepada pengguna yang menikmati layanan ini.

Masuknya Samsung dalam kategori layanan baru ini bakal makin membuat kompetisi pasar ini makin panas. Sebab sebelumnya sudah bercokol sederetan pemain besar yang terjun dalam pasar konten mobile.
Samsung bakal bersaing dengan Netflix, Hulu, maupun AOL, Yahoo, Microsoft, Sony, SoftBank, Xiaomi yang telah mengerahkan sumber daya dalam konten mobile mereka.
Investasi layanan video baru yang digelontorkan Samsung dipandang jauh lebih efisien, dibandingkan anggaran yang dikeluarkan perusahaan konten video, Netflix, yang harus merogoh US$350 juta.

Namun Samsung bisa saja optimis dengan pengembangan layanan baru itu. Sebab perusahaan ini memiliki rekam jejak yang bagus dalam layanan konsumsi media.
Sebelumnya Samsung telah membesut Samsung Media Hub, layanan konten yang mirip dengan iTunes dan Google Play untuk konten film dan pertunjukan TV.  Kompetitor Apple itu juga sudah mencoba meluncurkan layanan streaming musik Milk, yang mirip dengan Pandora, pada tahun ini.

Sementara terkait hal ini, Samsung belum berkomentar. Samsung memang mengakui pada pekan depan dijadwalkan menggelar breifing media tentang 'aplikasi gaya hidup baru'. Namun tidak menjelaskan layanan itu merujuk layanan video mobile.

Wednesday, 10 December 2014

Raksasa Teknologi Taiwan Siapkan Pasar Superphone di Indonesia

Menjelang akhir tahun 2014, vendor perangkat asal Taiwan, Asus, menyiapkan smartphone terbaru untuk diedarkan di pasaran Indonesia. 
Asus menyebutkan, ponsel pintar terbaru itu bakal hadir dengan nama Asus PadFone S pada Desember nanti.
PadFone 2, salah satu produk seri PadFone Asus.
Smartphone ini hadir dengan fitur terbaik Asus, misalnya Super Fast, Super Vivid, Super Speed, Super Video, Super Durable dan Super WiFi.

“Kombinasi kemampuan dan fitur super ini membuat kami yakin menyebut smartphone ini sebagai sebuah superphone,” ” ujar Juliana Cen, Country Product Group Leader, Asus Indonesia pada keterangan tertulis, Jumat 14 November 2014.

Sebagai pendukung kinerja, PadFone S dipersenjatai prosesor quad core Qualcomm Snapdragon 801 berkecepatan 2,3GHz. Prosesor ini menawarkan performa yang super cepat bagi aplikasi-aplikasi mobile yang ada saat ini. 

Dari sisi layar, ponsel pintar ini hadir dengan layar 5 inci Super Vivid. dengan teknologi IPS+ resolusi layar Full HD 1920x1080 pixel dengan ketajaman 441 ppi.

Untuk konektivitas data, Asus PadFone S (PF500KL) mendukung jaringan Super Speed GSM 4G LTE (Cat 4) yang mendukung kecepatan download hingga 150Mbps dan juga teknologi Voice over LTE (VoLTE). 

Sedangkan untuk jaringan lokal, fitur Super WiFi mendukung teknologi wireless terbaru yakni 802.11ac yang menghadirkan kecepatan hingga 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan WiFi 802.11n.

Dari sisi kamera, PadFone S mempunyai hadir dengan fitur Super Video, yang memungkinkan smartphone merekam video dengan resolusi 4K Ultra HD (3940x2160) dengan dukungan kamera Asus PixelMaster. 

Tak hanya itu, ponsel pintar ini juga datang dengan fitur Super Durable, yang mana telah tahan uji banting dari ketinggian 1,5 meter ke permukaan baja dan tahan air dengan standar IPX2.  

Ditambahkan Juliana, Padfone S (PF500KL), bakal tersedia 2 in 1 dengan docking station. Ini sama seperti lini produk smartphone PadFone terdahulu. 

Meski demikian, kali ini Asus memperkenankan pengguna untuk bebas memilih apakah akan membeli smartphone saja, atau smartphone yang dipaket dengan docking station.

Friday, 5 December 2014

Tanpa Distributor, Xiaomi Sulit Kuasai Pasar Indonesia

Penjualan Xiaomi melalui platform online memang telah menarik antusiasme pasar. Namun hal itu dirasa tidak cukup mengingat pasar Indonesia masih bergantung pada platform konvensional, yaitu distributor dengan banyak cabang di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut pengamat pasar ponsel, Lukman Aribowo, Xiaomi selama ini lebih banyak viral marketing di internet. Di dunia, Xiaomi lebih dikenal di segmen middle high sedangkan Indonesia masih membutuhkan pasar low end, terutama di wilayah pelosok yang masih memiliki 'ruang' besar.

"Sepanjang dia tidak memperhatikan jalur tradisional, akan sulit untuk bersaing di sini. Pengguna media online masih sedikit dan itu hanya ada di kota-kota besar, sedangkan persaingan di kota besar sudah penuh sesak," ujar dia kepada Vivanews, Jumat 14 November 2014.

Dengan kata lain, menurut Lukman, mereka yang mampu memanfaatkan distribusi lokal ke pelosok akan bisa memenangkan persaingan karena bisa langsung berhadapan dengan para calon pembeli yang belum terjangkau pemain lain.

Dalam pelebaran sayapnya ke Indonesia, Xiaomi memang lebih banyak berjualan di platform online. Perusahaan smartphone terbesar di Tiongkok itu menggandeng Lazada sebagai toko online resmi. Namun mereka juga tidak melupakan distributor fisik. Maka dari itu mereka juga menggandengn PT Trikomsel.

Sayangnya, distributor Trikomsel baru diperbolehkan menjual Xiaomi Redmi 1S hari ini, Jumat 14 Oktober 2014. Padahal Lazada telah menjual perangkat itu lebih dulu. Bahkan saat ditutup kemarin, jumlah Redmi i1 yang terjual, diklaim Lazada, telah mencapai 85.000 unit.

"Sejak pertama kali diperkenalkan di pasar Indonesia pada bulan Agustus 2014, Xiaomi berhasil membuat banyak orang tertarik membeli Redmi 1s. Xiaomi merupakan produsen smartphone yang luar biasa dan kami optimis dengan kemampuan produk yang tinggi dan harga yang menarik, produk ini akan dapat diterima dan memberikan kepuasan kepada para pelanggan kami diseluruh Indonesia," ujar Direktur Ritel Trikomsel Oke, Evy Soenarjo dalam keterangannya.
Peluncuran Redmi 1S di Jakarta (27/8)
Trikomsel sendiri memiliki banyak pilihan gerai, yakni OkeShop, Global Teleshop, dan Android Land yang tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia.

Trikomsel juga memberikan berbagai pilihan pembayaran, seperti cicilan sampai dengan 12 bulan dengan atau tanpa kartu kredit. Untuk tahap pertama, Redmi 1s dalam jumlah terbatas akan hadir di OkeShop Mal Taman Anggrek, OkeShop Mal Kelapa Gading, OkeShop Kota Kasablanka, OkeShop Grand Indonesia, OkeShop Mal Pondok Indah, Global Teleshop Plaza Indonesia, AndroidLand Summarecon Mal Serpong dan AndroidLand Plaza Senayan.
Dengan harga terjangkau, yaitu Rp1,5 juta, Redmi 1S memiliki spesifikasi andalan seperti quad core prosesor Snapdragon 400 1,6 GHz, lebar layar 4,7”, memori RAM 1 GB dan internal storage berkapasitas 8 GB.
Bersamaan dengan penjualan Redmi 1S di jaringan gerai Trikomsel, situs online Lazada telah menjual jenis smartphone kedua Xiaomi, yaitu Redmi Note. Diklaim VP Xiaomi Global, Hugo Barra, sebanyak 10.000 unit Redmi Note terjual dalam 40 detik.

Sunday, 30 November 2014

Desain iPhone 8 Menggoda Mata

Ponsel pintar iPhone 6 dan 6 Plus mungkin mewakili wujud teknologi terbaik Apple saat ini. Sebagaimana iPhone sebelumnya, kedatangan seri iPhone terbaru itu selalu dinanti para pecinta Apple di berbagai seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Desain 'iPhone 8' dipamerkan desainer grafis asal Kirgizstan
Tapi lupakan dulu soal gegap gempita dua iPhone terbaru itu. Pernahkah terbayangkan bagaimana produk iPhone berikutnya?. Jika Anda menyebut iPhone 7 yang diharapkan hadir pada 2016, lupakan juga sejenak. Bagaimana bila menebak wajah iPhone 8?. Tak tebayangkan mungkin.

Tapi meski masih sangat jauh, telah muncul desain dan konsep yang menyandang nama 'iPhone 8'.

Melansir Bgr, Jumat 14 November 2014, seorang desainer grafis asal Kirgizstan yang mengaku bernama Steel Drake, pada awal pekan ini memamerkan visinya tentang konsep 'iPhone 8'.
Sang desainer ini menampilkan 'iPhone 8' dengan casing unibody yang terbentuk dari satu bagian kaca. Casing ini membungkus bagian depan dan belakang iPhone. Casing juga membungkus bagian atas dan bawah perangkat.

Sementara material alumunium disisipkan pada bagian sisi perangkat serta tombol dan antena. Laman itu menyebutkan desain wah ini benar-benar di luar realitas dunia desain 2014 tapi masih memungkinkan terwujud dalam lima tahun mendatang.
Salah satu jejak iPhone 6 pada desain 'iPhone 8' ini adalah desain sudut perangkat yang membulat.
Soal warna, desain 'iPhone 8' ini dipamerkan antara perpaduan antara warna hitam pada bagian depan dan belakang perangkat. Sedangkan pada bagian sisi berwarna silver. Silakan nikmati galeri desain 'iPhone 8'.

Tuesday, 25 November 2014

Blackberry Ogah ke Tiongkok

Chief Executive Officer (CEO) BlackBerry, John Chen, mengatakan Asia merupakan pangsa pasar yang menggiurkan bagi para vendor untuk 'saling sikut' menjadi penguasa di dalamnya.
Begitu juga, bagi BlackBerry yang ingin menjadikan Asia sebagai kuda tunggangan, mengembalikan kejayaan vendor asal Kanada tersebut.
CEO Blackberry, John Chen
Namun, Chen menyatakan perusahaannya tidak menyasar pasar Tiongkok. Menurutnya, ada sedikit kekhawatiran atas keamanan informasi serta reaksi politk bila melanggar peraturan di negeri Tirai Bambu itu. Hal itu, akan berdampak pada meredupnya daya tarik BlackBery di mata dunia.

"Saya tidak ingin terjebak dalam arus politik (di Tiongkok)," ungkapnya yang menghadiri Forum Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), seperti kutip dari laman Reuters, Sabtu 14 November 2014.

Ia mengungkapkan bahwa BlackBerry lebih tertarik untuk mengembangkan pasar di India dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

"Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menambahkan (market share) dalam ukuran wajar (di Tiongkok)," jelas Chen.

Pernyataan Chen ini, berbanding terbalik dengan ungkapan dia sebelumnya bulan lalu. Dia mengatakan, Tiongkok merupakan pasar yang begitu besar untuk diabaikan oleh sebuah vendor untuk agresif meluncurkan produk-produknya.

Bos BlackBerry tersebut, mengatakan perusahaannya akan terbuka untuk menjalin kemitraan bersama perusahaan di Asia. Hal ini menjadi sinyal, di mana rumor beberapa pekan terakhir, Lenovo Group Ltd akan melakukan akuisisi terhadap saham BlackBerry yang mengalami fluktuatif.

Selama kunjungannya di negeri Tirai Bambu itu, Chen melakukan sejumlah pertemuan seperti dengan pejabat pemerintahan Tiongkok, investor, operator telekomunikasi di Beijing. Selain itu, ia mengadakan pertemuan informasl dengan para petinggi Xiaomi, HTC, dan Lenovo.

Sunday, 23 November 2014

Erajaya Group Ditunjuk Jadi Partner Xiaomi

Untuk bisa menguasai pasar Indonesia, distributor memiliki faktor yang cukup besar untuk bisa menjembatani vendor dengan konsumen pelosok. Xiaomi pun menggandeng Erajaya Group sebagai distributor.
Peresmian kerja sama Xiaomi dan Erajaya Group
Erajaya merupakan salah satu dari dua perusahaan distributor yang digaet vendor smartphone asal Tiongkok itu. Sebagai strategic business partner, Erajaya Group, akan melibatkan PT Erajaya Swasembada sebagai importir produk Xiaomi, dan PT Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai retailer. 

“Kami ingin Konsumen di Indonesia memiliki berbagai channel alternatif untuk memperoleh produk Xiaomi. Kami yakin Erafone yang memiliki jaringan retail berskala nasional merupakan partner yang bisa diandalkan untuk membawa Xiaomi langsung ke tangan ned-user,” ujar Steve Vickers, General Manager, Xiaomi Southeast Asia, dalam keterangannya, Sabtu 15 November 2014.

Ini menandakan, produk Xiaomi akan tersedia di jaringan retail Erafone mulai hari ini, 15 November 2014. Keputusan untuk memasarkan Xiaomi di offline store Erafone merupakan langkah strategis yang diambil Xiaomi dan Erajaya untuk memperluas akses Konsumen terhadap produk Xiaomi. 
Sebelumnya Xiaomi hanya dipasarkan melalui jalur online store.

"Kami gembira Xiaomi telah menunjuk Erafone sebagai retail partner. Sejak awal kami memang telah menawarkan untuk turut memasarkan Xiaomi melalui offline store Erafone. Kami yakin pengalaman panjang Erafone dalam memasarkan brand multi-brand dan jaringan nasional Erafone akan memberikan nilai lebih buat Xiaomi," ujar Jeremy Sim, CEO Retail, Erajaya Group.

Hari ini, Sabtu 15 November 2014, peluncuran perdana pemasaran Xiaomi di retail offline Erafone akan dimulai di dua outlet, yaitu Erafone Megastore Mall Taman Anggrek dan AndroidNation Grand Indonesia. Pada hari berikutnya, Konsumen bisa memperoleh produk Xiaomi di seluruh jaringan outlet Erafone. Pada tahap awal produk yang akan di retail Erafone adalah Redmi 1S.

Sebagai distributor resmi, TAM juga membantu Xiaomi dengan layanan purna jual (after market service) yang menyediakan layanan terbaik kelas dunia untuk memberikan peace of mind bagi pengguna smartphone Xiaomi di Indonesia.

Friday, 21 November 2014

Ini Upaya Telkom Agar Startup Lokal Tak Diambil Asing

Perusahaan startup digital memang tumbuh dengan pesat di Indonesia. Sayangnya, banyak yang tidak bertahan lama, bahkan sampai jatuh ke tangan investor asing.
Seminar Telkom DDB Accelerator untuk startup lokal di Jakarta.
Achmad Sugiarto, Chief of Telkom DDB Accelerator, Sabtu 15 November 2014, mengungkapkan beberapa hal yang menjadi tantangan startup adalah kurangnya kemampuan teknis, pendanaan, ketidaktepatan target sasaran, hingga masalah jaringan.
Untuk itu, kata dia, dibutuhkan inovasi untuk membentuk akselerasi agar startup asli Indonesia bisa menjadi bagian dari aplikasi yang berkibar di negeri sendiri.

"Telkom saat ini memiliki DDB (Divisi Digital Business) Accelerator yang mengemas program bagi startup, mulai dari perencanaan hingga program aksi. Akselerasi ini lebih komprehensif ketimbang inkubasi yang harus melalui serangkaian proses yang ketat dan panjang," kata Anto, panggilan akrab Achmad  Sugiarto, dalam keterangan resminya.

Kata Anto, inkubasi dan akselerasi memiliki pengertian yang berbeda, dan DDB Accelerator bisa membantu startup mulai dari standarisasi, filterisasi, evaluasi oleh experience management, rekomendasi, positioning, mencari peluang, dan probabilitas, sehingga menjadi startup yang kompetitif.

"Di dalam DDB Acceerator ada inkubasi juga bagi startup yang baru dalam tahap penggalian ide dan gagasan. Lokasinya ada di tiga saluran yakni Bandung, Jakarta dan Yogyakarta. Ketika sudah jadi dan memiliki standar, barulah mereka akan dilempar ke DDB Accelerator untuk diakselerasi," ujarnya.

Untuk menjalankan program akselerasi tersebut, Telkom mengerahkan ekspertis dan professional baik dari dalam atau pun luar perusahaan. Misalnya, saat ini perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia itu memiliki 25 CEO di 25 anak perusahaan yang bisa menjadi mentor bagi para startup.

Selain itu, perusahaan yang bermarkas di Bandung ini juga mempunyai yayasan pendidikan yang akan mendukung penuh proses penggodokan startup, khususnya yang ke arah teknologi informasi komunikasi (TIK). Ada tiga akselerator yang akan dilibatkan, yakni Digital Life, Digital Commerce, dan Machine to Machine, yang siap memberikan evaluasi per minggu maupun per bulan.

Dijelaskannya, tujuan dari akselerasi ini adalah terbukanya peluang bagi aplikasi untuk menjadi produk Telkom. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Telkom akan mengambil bagian dari kepemilikan saham.

Selain itu, Telkom telah membentuk anak perusahaan baru yang bertugas mencari investor untuk para startup dan bisa membawa bisnis startup menjadi bisnis yang besar, bahkan hingga initial public offering (IPO), atau penawaran perdana saham.